Kekalahan yang diterima Fauzi
Bowo-Nachrowi Ramli atau Foke-Nara menurut penghitungan cepat disebabkan karena
salah strategi sikap politik Foke-Nara. Sikap politik tersebut sudah melekat
pada karakteristik Foke sejak putaran pertama.
"Stigma kegagalan periode
pertama yang sudah lama melekat pada Foke membuatnya sulit bergerak di pilkada
putaran kedua," kata Gun Gun Heryanto, pengamat dari The Political
Literacy Institute kepada Kompas.com, Kamis (20/9/2012).
Gun...
Showing posts with label Pilkada DKI Jakarta 2012. Show all posts
Showing posts with label Pilkada DKI Jakarta 2012. Show all posts
Thursday, September 20, 2012
Label:
Berita,
Catatan,
Pilkada DKI Jakarta 2012

Perhitungan cepat atau quick
count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memenangkan
pasangan calon gubernur DKI Jakarta, besutan Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.
Jokowi-Basuki mengungguli
pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. "Pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan
suara 53,81 persen, lebih unggul dari pasangan Foke-Nara yang hanya mendapat
46,19 persen suara. Sampel diambil dari 400 tempat...
Label:
Berita,
Pilkada DKI Jakarta 2012,
Survey
Sunday, September 9, 2012

Beriring jungkir-baliknya prediksi lusinan lembaga survei,
Pilkada DKI 2012 berlanjut ke putaran kedua. Menjadi tak sehat, saat isu SARA
digulirkan masif. Potret praktik demokrasi yang masih saja, kekanak-kanakan.
Tak kurang tak lebih, Pilkada DKI 2012 sebenarnya
merepresentasi pendewasaan politik masyarakat urban. Sebab, partisipasi
sebagian masyarakat, yang merupakan pendatang itu, dapat menghitam-putihkan
Jakarta. Termasuk bila hasil Pilkada akan...
Saturday, August 4, 2012

Pecah kongsi
antara orang nomor satu dan wakilnya, sudah merupakan salah satu persoalan
politik yang serius dalam pasangan pimpinan pemerintahan.
Di tingkat
nasional Presiden Soekarno pernah pecah kongsi dengan Wapres Mohammad Hatta. Di
era Orde Baru, Presiden Soeharto dengan Wapres BJ Habibie. Perpecahan mereka
dicatat sebagai yang terburuk. Karena hingga meninggal, sesama pasangan tidak
sempat saling sapa dan bersilahturahmi.
Di tingkat
pemerintahan...
Thursday, July 12, 2012

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi
menjelaskan potensi golput atau masyarakat yang tak menggunakan hak pilih dalam
pemilihan umum, khususnya dalam Pilkada DKI Jakarta berada pada kalangan
masyarakat menengah ke atas.
Hal ini menurut Burhanuddin, didasari pada tingkat
pendidikan masyarakat menengah atas yang cukup relatif baik dan mengerti akar
permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Sedangkan kalangan menengah ke bawah
lebih...
Label:
Ilmu Politik,
Pilkada DKI Jakarta 2012,
Survey