Blognya Anak Kuliahan

Showing posts with label Survey. Show all posts
Showing posts with label Survey. Show all posts

Friday, February 22, 2013

Ini Kira-kira Penghasilan Yang Didapatkan Anggota DPR

February 22, 2013 0


Berdasarkan Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 tentang Gaji Pokok dan Tunjangan Anggota DPR, total take home pay untuk anggota DPR yang merangkap ketua alat kelengkapan adalah Rp 54,9 juta. Sedangkan gaji untuk anggota DPR yang merangkap anggota alat kelengkapan adalah Rp 51,5 juta.

Total take home pay anggota DPR yang merangkap ketua alat kelengkapan adalah Rp 54,9 juta, dan untuk anggota DPR yang merangkap anggota alat kelengkapan adalah Rp 51,5 juta.

Sebagi pembanding, gaji dari anggota DPR tahun 2004 - 2009 gaji bulanan Rp 46.100.000. Namun ditambah biaya tunjangan, biaya reses, dan gaji ke-13, setiap anggota DPR RI per tahun kira-kria mencapai Rp 1 MILIAR per tahun.

Berikut Rincian Gaji DPR RI Masa Bhakti 2004 - 2009
Rutin perbulan meliputi :
  • Gaji pokok : Rp 15.510.000
  • Tunjangan listrik : Rp 5.496.000
  • Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
  • Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
  • Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
  • Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total per tahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
  • Gaji ke-13 : Rp 16.400.000
  • Dana penyerapan (reses) : Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika ditotal selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000 setahun. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
  • Dana intensif pembahasan rancangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
  • Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir Rp 1 MILIAR. Data tahun 2006 jumlah per tahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.


Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009
  1. Gaji pokok dan tunjangan
    • Rp 4.200.000/bulan
    • Tunjangan
      • Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
      • Uang paket Rp 2.000.000/bulan
      • Beras Rp 30.090/jiwa/ bulan
      • Keluarga:
        • Suami/istri (10% X Gaji pokok Rp 420.000/bln)
        • Anak (25 X Gaji pokok Rp 84.000/jiwa/ bulan)
      • Khusus pph, pasal 21 Rp 2.699.813
  2. Penerimaan lain-lain
    • Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan
    • Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan
    • Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
    • Pansus Rp 2.000.000/undang- undang per paket
    • Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan)
    • Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/ per periode
  3. Biaya perjalanan (keterangan: lamanya perjalanan sesuai program kerja, dan sebanyak-banyaknya 7 hari untuk kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk kunjungan kerja tim komisi/gabungan komisi)
    • Paket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
    • Uang harian:
      • Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
      • Derah tingkat II Rp 400.000/hari
    • Uang representasi:
      • Daerah Tingkat I Rp 400.000
      • Daerah Tingkat II Rp 300.000
  4. Rumah jabatan
    • Anggaran pemeliharaan
      • RJA Kalibata, Jakarta Selatan Rp 3.000.000/rumah/ tahun
      • RJA Ulujami, Jakarta Barat Rp 5.000.000/rumah/ tahun
    • Perlengkapan rumah lengkap
  5. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman
    • Biaya pengobatan (oleh PT Askes)
      • Anggota DPR, suami/anak kandung/istri dan atau anak angkat dari anggota yang bersangkutan.
      • Jangkauan pelayanan nasional : (diprovider di seluruh Indonesia yang ditunjuk termasuk provider ekslusif untuk rawat jalan dan rawat inap).
    • Uang duka :
      • wafat (3 bulan x gaji)
      • tewas (6 bulan x gaji)
    • Biaya pemakaman Rp 1.050.000/orang
  6. Pensiunan
    • Uang pensiun (60% x gaji pokok) Rp 2.520.000/bulan
    • Tunjangan beras Rp 30.090/jiwa/ bulan. (sumber)

Melihat jumlah gaji yang begitu besar yang bisa mencapai angka 1 M, manusia mana yang tidak tergiur akan kursi DPR???

Pentas politik yang bernama Pemilu akan menjadi arena untuk berebutan agar bisa menjadi seorang "wakil rakyat". Berbagai macam cara pasti akan dilakukan oleh kandidat untuk bisa mendapat jatah 1 kursi di Senayan, termasuk disitu money politic.

Untuk bisa memuluskan langkahnya, bisa saja sekarang mereka mau merelakan uang hingga 300-500jt sebagai modal awal, karena diyakini ketika nanti jadi anggota DPR pasti akan balik modal, bahkan lebih.

Jadi sangat cocok sekali apabila ada yang menyebutkan bahwa DPR adalah ladangnya koruptor. wallahu alam...

Thursday, February 21, 2013

Mahfud, JK, dan Prabowo Paling Disukai di Media Sosial

February 21, 2013 0

PoliticaWave.com memaparkan hasil survei pembicaraan tentang calon presiden di media sosial periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2012. Hasilnya, nama Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Prabowo Subianto paling banyak disukai atau dibicarakan mengenai hal positif oleh pengguna media sosial.

"Untuk tingkat kesukaan, semua percakapan kita ukur apa positif atau negatif. Ternyata, ada tiga kandidat yang disukai. Pertama, Mahfud MD, kemudian Jusuf Kalla, dan Prabowo," ujar Direktur PoliticaWave.com, Yose Rizal, di Jakarta, Senin (16/1/2013).

Pembicaraan positif mengenai Mahfud ialah pada masa pembubaran BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Yose, banyak masyarakat menilai Mahfud sosok yang tegas, berani, serta jujur.

"Mahfud dibicarakan mengenai ketegasannya, jujur, bersih, kemudian sikap terbuka atau blak-blakan Mahfud menjadi nilai positif yang dibicarakan," terang Yos.

Sementara pembicaraan sisi negatifnya hanya mengenai pernyataan kontroversial Mahfud yang menyebut terdapat mafia di lingkaran Istana. Hal itu memang pernah dikatakan Mahfud menanggapi grasi yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap Meirika Franola atau Ola.

Jusuf kalla dari Partai Golkar dibicarakan mengenai hal baik tentang usahanya membongkar gudang beras saat tsunami di Aceh. Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK juga mampu memediasi perdamaian konflik di Aceh dan Ambon beberapa waktu lalu. JK turun dalam masalah Rohingya dan Gaza. Masyarakat media sosial pun menilai JK sosok yang tegas dan mampu menyelesaikan masalah.

"JK juga tokoh yang dinilai "bersih", dapat diterima oleh semua golongan, dan pengusaha sukses. Ini yang dibicarakan oleh mereka mengenai hal baik tentang JK," ujarnya.

Sementara itu, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra banyak dibicarakan dalam kemenangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. Prabowo dalam media sosial sering dipuji karena ketegasannya dan dianggap tokoh muda paling berpotensi menjadi calon presiden.

"Image-nya anak muda banget, tegas, dan tangkas. Dia juga disebut capres terpopuler, capres pintar, juga  tokoh Jawa paling kuat dalam Survei Capres 2014," terang Yose.

Prabowo juga mendapat sentimen negatif, yakni pembicaraan tentang kasus pelanggaran HAM, penculikan sejumlah aktivitis, isu kudeta, PDI-P dan Gerindra yang dinilai pecah kongsi, serta dinilai kurang berintegritas dan berempati ketimbang Megawati.

Namun, pembicaraan Prabowo mengenai hal negatif lebih sedikit ketimbang hal positifnya. Prabowo pun menempati urutan ketiga sebagai tokoh yang disukai masyarakat jejaring sosial dalam survei PoliticaWave.com

Survei ini PoliticaWave.com juga memasukkan sejumlah tokoh seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnopoetri, Dahlan Iskan, Anas Urbaningrum, Hidayat Nur Wahid, Hatta Rajasa, dan sejumlah tokoh lain yang disebut berpotensi sebagai calon presiden 2014. (sumber)

Ical, Dahlan, dan Anas Paling Banyak Dicela di Media Sosial

February 21, 2013 0

Menurut hasil survei PoliticaWave.com pada media sosial periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2012, calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical paling banyak dibicarakan mengenai hal negatif oleh pengguna jejaring sosial seperti Twitter. Posisi kedua yang paling banyak dibicarakan mengenai hal negatif adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan, kemudian menyusul Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Direktur PoliticaWave.com Yose Rizal mengatakan, dalam pandangan pengguna jejaring sosial, banyak kasus yang membelit Ical. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah pembicaraan mengenai lumpur Lapindo.

“Ada kasus lumpur Lapindo, grup usaha dililit utang, sampai politisasi sepak bola Indonesia,” terang Yose di Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Dalam perbincangan di jejaring sosial, Ical juga sering dibandingkan dengan Jusuf Kalla. Bahkan pencitraan iklan Ical di televisi dengan jargon “Sahabat ARB” kerap mendapat sentimen negatif.

“Ada yang bilang elektabilitas rendah, harus mencontoh kepemimpinan JK, hilang di survei LSI, dan anggapan JK lebih bagus dari Ical,” kata Yose.

Hal positif yang dibicarakan tentang Ical hanyalah saat melakukan silaturahim dengan Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Jerman dan pemberitaan tentang dirinya yang telah menyiapkan kursi caleg untuk politisi populer.


Bagaimana dengan Dahlan?
Menurut Yose, Dahlan sempat mendapat simpati rakyat media sosial ketika berperilaku tak seperti kebanyakan menteri lainnya. Hal ini, di antaranya, ketika Dahlan membawa mobil sendiri atau tanpa sopir, naik kendaraan umum, membuang kursi loket tol, dan menggratiskan jalan tol, serta mengangkat kasus pemerasan BUMN oleh oknum anggota DPR. Namun, pengguna jejaring sosial seperti Twitter kemudian berbalik memberikan sentimen negatif kepada Dahlan.

“Dahlan kemudian dibicarakan tentang kerugian PLN, somasi PAN, ceroboh melaporkan anggota DPR, dinilai lecehkan DPR, diperingatkan oleh presiden. Bahkan banyak yang kemudian menganggap Dahlan hanya melakukan pencitraan lebay (berlebihan) atau senang eksis di media,” terang Yose.

Sedangkan untuk Anas Urbaningrum tak lepas dari dugaan keterlibatannya dalam korupsi wisma atlet dan Hambalang. Hal itu pun membuatnya menjadi politisi muda populer, tetapi tidak disukai. Anas pun dianggap memberikan citra negatif bagi Demokrat.

“Positifnya hanya keberhasilan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yang direstui Cikeas, mengalahkan Andi Mallarangeng yang saat itu lebih populer,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya terdapat tiga tokoh yang paling banyak dibicarakan hal positifnya oleh pengguna jejaring sosial. Ketiganya secara berturut-turut yakni Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Prabowo Subianto.

Sedangkan untuk tokoh yang paling banyak dibicarakan yakni Aburizal "Ical" Bakrie oleh sekitar 28 juta pengguna jejaring sosial. Namun, pembicaraan mengenai Ical lebih sering bersifat negatif ketimbang positifnya.

Setelah Ical, menyusul Prabowo, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Megawati Soekarnoputri, dan Jusuf Kalla. Megawati sendiri berada pada posisi seimbang antara negatif dan positif dalam pembicaraan di media sosial. (sumber)

Friday, December 28, 2012

10 Menteri Yang Layak Untuk Dilengserkan

December 28, 2012 0

Lingkar Studi Mahasiswa Indonesia (LISUMA) meminta Pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pergantian sebagian menteri (reshuffle) yang tidak menunjukkan kinerja yang baik.

Langkah ini tetap harus dilakukan meski disadari pemilu Presiden tinggal satu tahun saja. Pergantian itu sendiri bertujuan untuk memperbaik kinerja masing-masing departemen, menghapus kebingungan rakyat atas kinerja menteri yang diganti serta mengurangi kegaduhan politik.

Demikian diungkapkan Sekjen Lisuma, Dhika Yudistira dalam konferensi persnya di Sekretariat Lisuma, Tebet, Jakarta pada Kamis (27/12).

Kesimpulan tersebut merupakan hasil survai 1000 mahasiswa di 10 propinsi di Indonesia, yang dilakukan Lisuma dalam waktu 3 (tiga) bulan yakni DKI, Jabar, Jatim, Jateng, DIY, Sumbar, Sumsel, Kalsel, Banten dan NTB.

Dari 10 propinsi lokasi suvai terdapat 10 nama yang diusulkan untuk diganti karena berkinerja buruk dan terindikasi korupsi. Hal ini terkai dengan ketidakpuasan mahasiswa atas kinerja pemerintahan SBY-Boediono (Puas 27%, tidak puas 73%).

Sekitar 75 persen mahasiswa menyatakan perlu reshuffle dibandingkan dengan 25 persen yang menyatakan tidak perlu.

Kesepuluh menteri yang diusulkan untuk diganti adalah :
  1. Andi Alfian Malarangeng (Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga) terlibat kasus korupsi Wisma Atlit dan Hambalang.
  2. Suryadharma Ali (Menteri Agama) terlibat kasus pengadaan al-Quran.
  3. Gita Wirdjawan (Menteri Perdagangan) terindikasi kasus korupsi Century.
  4. Agus Martowardjojo (Menteri Keuangan) terlibat kasus korupsi Hambalang.
  5. Muhaimin Iskandar (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) soal penanganan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak pernah selesai.
  6. Amir Syamsuddin (Menteri Hukum dan HAM) ketidaktegasan soal hukum di Indonesia.
  7. Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Perekonomian) terlibat soal hibah kereta api saat menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
  8. Marty Natalegawa (Menteri Luar Negeri) terkait soal lemahnya diplomalisi Indonesia.
  9. M. Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) soal lemahnya sistem pendidikan dimulai dari infrastruktur serta pemerataan pendidikan.
  10. Agung Laksono (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat) terindikasi selingkuh dengan wanita idaman lain.


Monday, December 17, 2012

11 Kabupaten Yang 70% APBD-Nya Habis Untuk Gaji PNS

December 17, 2012 0

Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) di 11 kabupaten/kota ini ternyata 70 persen lebih habis untuk menggaji pegawai negeri sipil (PNS). Pembangunan infrastruktur buat warga pun terancam memble!

“Di era reformasi birokrasi, diharapkan birokrasi semakin efisien dari sisi struktur maupun biaya. Namun faktanya, belanja pegawai terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan belanja lebih banyak dinikmati oleh alokasi pegawai. Di 302 daerah, belanja pegawai menghabiskan lebih dari 50 persen anggaran. Bahkan di 11 daerah di antaranya belanja pegawai mencapai 70 persen (APBD),” kata Koordinator Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Maulana, memaparkan data ini yang bersumber dari Kementerian Keuangan.

Hal ini dikatakan Maulana dalam jumpa pers tentang ‘Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012′ di kantornya, Jalan Mampang Prapatan 4, Jalan K Nomor 37, Jakarta Selatan, Minggu (16/12).

Maulana menambahkan,  tunjangan besar bagi PNS itu tidak menjamin perbaikan pelayanan publik.    ”Tunjangan besar, tidak dibarengi  pelayanan yang baik. Dengan belanja pegawai yang besar, belanja modal  tergerus oleh belanja pegawai. Pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi juga terus tergerus,” tambah dia.

Sebelumnya Menkeu Agus Martowardojo mengeluhkan hal serupa. Menkeu mengatakan kondisi tersebut jadi salah satu alasan pemerintah melakukan moratorium atau penghentian sementara perekrutan PNS baru di tahun ini.

“Karena pemerintah daerah biaya pegawai mencapai 45% dari APBD-nya. Bahkan daerah tertentu sampai 70%. Itu kan besar dan sisa untuk belanja modal dan infrastruktur dan sosial itu semakin sempit. Pengelolaan fiskal di pusat dan daerah baik, kita lakukan moratorium,” jelas Agus Marto usai menghadiri sidak tes CPNS Kementerian Keuangan di Balai Diklat Pelatihan Pendidikan Keuangan Kawasan Blok M, Jakarta Selatan Sabtu  September 2012 lalu.

Butir terpenting dari kebjakan moratorium tersebut adalah, semua jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah tidak boleh merekrut pegawai di tahun 2012, kecuali untuk tenaga pegawai sektor pendidikan, kesehatan, dan tenaga-tenaga yang sudah diikat.(**)

Berikut 11 kabupaten/kota yang 70% lebih APBD-nya habis untuk gaji PNS :
  1. Kota Langsa, NAD, 77 persen APBD
  2. Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 74 persen APBD
  3. Kota Ambon, Maluku, 73 persen APBD
  4. Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 73 persen APBD
  5. Kabupaten Bantul, DIY, 72 persen APBD
  6. Kabupaten Bireun, NAD, 72 persen APBD
  7. Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 72 persen APBD
  8. Kabupaten Aceh Barat, NAD, 71 persen APBD
  9. Kota Gorontalo, Gorontalo, 70,3 persen APBD
  10. Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 70,1 persen APBD
  11. Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara, 70,003 persen APBD


Sunday, December 16, 2012

5 Gubernur dan Wakil Gubernur di Indonesia yang Berpenghasilan Tertinggi Tahun 2012

December 16, 2012 0

Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis daftar lima gubernur dan wakil gubernur seluruh Indonesia, dengan penghasilan tertinggi tahun anggaran 2012.

Koordinator Riset Seknas Fitra Maulana, Minggu (16/12/2012) mengatakan, penghasilan tertinggi yang diperoleh mereka total dari akumulasi gaji pokok, tunjangan jabatan, dan sumber dari Kementerian Keuangan.

"Termasuk tunjangan operasional, yang ditetapkan merujuk klasifikasi Pendapatan Asli Daerah, serta insentif pajak dan retribusi yang dikelompokkan merujuk realisasi penerimaan pajak dan retribusi tahunan anggaran sebelumnya," ujar Maulana.

Komponen penghasilan kepala daerah dari gaji pokok diatur Pasal 4 PP No 59 Tahun 2000, tunjangan jabatan diatur pasal 1 ayat (2) Keppres No 68 Tahun 2001, tunjangan operasional diatur pasal 9 ayat (1) dan (2) PP No 109 Tahun 2000, serta insentif pajak dan retribusi diatur pasal 7 PP No 69 Tahun 2010.

Menurutnya, Provinsi DKI Jakarta tertinggi untuk total penghasilan gubernur dan wakil gubernur, namun tidak dimasukkan, karena tata kelola Pemprov DKI beda dengan provinsi lain, yang menggabungkan provinsi dan kotamadya.

Sehingga, dari pengelolaan anggaran di wilayah tingkat I dan tingkat II di DKI menyatu, tidak dipisah. Sementara provinsi lain, APBD provinsi, APB kabupaten dan APBD kota berdiri sendiri-sendiri. Inilah alasan kenapa DKI tidak masuk dalam catatan Seknas Fitra.

Maulana memberikan gambaran, angka penghasilan Gubernur DKI sebulan Rp 1,2 miliar, per tahun Rp 15,1 miliar, Wagub DKI per bulan tidak berbeda jauh di angka Rp 1,2 miliar dan berbeda dalam juta, dan per tahun Rp 14,8 miliar.

Berikut daftar lima gubernur dan wakil gubernur dengan penghasilan tertinggi tahun anggaran 2012 :
  1. Gubernur Jawa Timur per bulan Rp 642.360.003, per tahun Rp 7.708.320.036. Wagub Jawa Timur per bulan Rp 627.240.003, dan per tahun Rp 7.526.880.036.
  2. Gubernur Jawa Barat per bulan Rp 603.422.043, per tahun Rp 7.241.064.521, Wagub Jawa Barat per bulan Rp 584.942.043, per tahun 7.019.304.521.
  3. Gubernur Jawa Tengah per bulan Rp 438.097.208, per tahun Rp 5.257.166.498, Wagub Jawa Tengah per bulan Rp 422.977.208, per tahun Rp 5.075.726.498.
  4. Gubernur Kalimantan Timur per bulan Rp 344.087.750, per tahun Rp 4.129.053.000, Wagub Kalimantan Timur per bulan Rp 328.967.750, per tahun Rp 3.947.613.000.
  5. Gubernur Sumatera Utara per bulan Rp 327.251.701, per tahun Rp 3.927.020.411, Wagub Sumatera Utara per bulan Rp 312.131.701, per tahun Rp 3.745.580.411.


Monday, November 19, 2012

Fitra: BP Migas Bubar, Negara Hemat Rp 368 Miliar

November 19, 2012 2

Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai, pembubaran BP Migas sebagai langkah tepat. Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi mengatakan, pembubaran BP Migas akan berdampak pada penghematan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah.

"Syukurlah BPH Migas dibubarkan. Hal ini berarti negara pada tahun 2013 bisa menghemat alokasi anggaran sebesar Rp 368.820.000.000," ujar Uchok, Selasa (13/11/2012).

Menurutnya, selama ini, anggaran BP Migasi digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 37.000.800.000, belanja barang sebesar Rp 316.451.888.000, dan belanja modal Rp 15.367.312.000.

Putusan MK
Seperti diberitakan, pada Selasa kemarin, MK menyatakan pasal yang mengatur tugas dan fungsi Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki hukum mengikat.

"Fungsi dan tugas Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan oleh pemerintah, c.q. kementerian terkait, sampai diundangkannya undang-undang yang baru yang mengatur hal tersebut," kata Ketua Majelis Hakim mahfud MD saat membacakan putusan uji materi UU Migas di Jakarta, Selasa (13/11/2012).

MK menyatakan frasa "dengan Badan Pelaksana" dalam Pasal 11 Ayat (1), frasa "melalui Badan Pelaksana" dalam Pasal 20 Ayat (3), frasa "berdasarkan pertimbangan dari Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 21 ayat (1), frasa "Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 49 UU Migas, bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

"Seluruh hal yang berkaitan dengan Badan Pelaksana dalam penjelasan UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," lanjut Mahfud.

MK juga menyatakan Pasal 1 angka 23, Pasal 4 Ayat (3), Pasal 41 Ayat (2), Pasal 44, Pasal 45, Pasal 48 Ayat (1), Pasal 59 huruf a, Pasal 61, dan Pasal 63 UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

MK menilai UU Migas membuka liberalisasi pengelolaan migas karena sangat dipengaruhi pihak asing. MK dalam pertimbangannya mengatakan hubungan antara negara dan sumber daya alam Migas sepanjang dikonstruksi dalam bentuk KKS antara BP Migas selaku Badan Hukum Milik Negara sebagai pihak pemerintah atau yang mewakili pemerintah dengan Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap sebagaimana diatur dalam UU Migas bertentangan dengan prinsip penguasaan negara yang dimaksud oleh konstitusi.



Sunday, October 14, 2012

LSN : Hanya 3 Partai Islam Bertahan di 2014

October 14, 2012 1

Lembaga Survei Nasional (LSN) mencatat bahwa dalam beberapa Pemilu sejumlah partai politik mengalami kemerosotan dukungan suara. Bahkan partai politik yang berbasis dukungan massa Islam pun juga mengalami kemerosotan yang signifikan.

Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry mengatakan, masa kejayaan partai politik berbasis dukungan massa Islam dialami pada Pemilu 1999. Hal ini terbukti dengan melejitnya PKS yang kala itu bernama Partai Keadilan dengan perolehan suara sebesar 36,2%.

"Pada Pemilu 2004 tingkat dukungan terhadap partai-partai tersebut mengalami kenaikan menjadi 38,39%," ujar Umar dalam keterangan persnya di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Selasa (26/6/2012).

Dia mengatakan, pada pemilu berikutnya yakni 2009, dukungan terhadap menurun dengan total presentasi sebesar 29,14%. Dengan fakta tersebut, LSN memprediksikan jika pada pemilu 2014 mendatang, dukungan terhadap partai berbasis massa Islam akan kembali menurun hingga 15,7%.

Lebih lanjut, Umar menambahkan, saat ini berdasarkan hasil survei LSN, beberapa partai politik berbasis massa Islam tidak menunjukkan angka yang signifikan. Seperti, PKS sebesar, 5,1 persen, PAN (3,8 persen), PPP (3,5 persen), dan PKB (3,3 persen).

Dengan angka itu bukan tidak mungkin nantinya pada Pemilu 2014 hanya akan ada tiga partai berbasis Islam yang akan bertahan. "Ya seperti PKS, PAN, PPP atau PPP digantikan oleh PKB," jelasnya

LSI : Partai Islam Terlempar Dari 5 Besar

October 14, 2012 0

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network merilis hasil survei mengenai partai politik Islam di kantornya, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2012).

Hasilnya, hampir semua partai Islam mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan, dari hasil survei juga terungkap parpol Islam tidak masuk dalam lima besar jika pemilu diselenggarakan hari ini.

“Partai Islam merosot dibawah 5%, tidak ada satupun parpol Islam yang memperoleh 5%. Partai Islam adalah yang berbasis agama, dan atau basis utamanya adalah Islam,” jelas peneliti LSI, Adjie Al Faraby.

Menurut dia, dari survei yang dilaksanakan 1-8 Oktober 2012, dari 1.200 responden yang disurvei menempatkan lima partai nasionalis sebagai pemenang jika pemilu digelar hari ini. Kelima partai nasionalis tersebut adalah Partai Golkar sebesar 21,0%, PDIP 17,2%, Partai Demokrat 14,0%, Partai Gerindra 5,2% dan Partai NasDem sebesar 5,0%.

“Lima besar parpol berbasis nasional atau kebangsaan adalah partai yang berasaskan Pancasila atau basisnya adalah nonagama,” tutur Adjie.

Beberapa alasan mendasar yang menyebabkan turunnya partai Islam tersebut, pertama menyangkut keinginan masyarakat yang tidak menginginkan politik nasional beraroma agama. Penegasan ini didasarkan atas angka sebesar 67,8% pemilih Muslim yang lebih memilih partai nasionalis.

“Islam Yes, Partai Islam No, jargon ini sudah menjadi kenyataan. Bukan sekadar ide atau gagasan yang disampaikan Cak Nur (Nurcholish Madjid),” kata dia.

Kedua, menyangkut pendanaan partai nasionalis lebih kuat daripada pendanaan partai Islam. Tercatat 85,2% publik menilai partai Islam kurang memiliki banyak modal dibanging partai nasionalis. Ketiga, lanjut Adjie, yakni adanya aksi anarkhisme yang mengatasnamakan kelompok Islam. Tercatat 46,1% publik percaya merosotnya partai Islam karena anarkhisme oknum yang membawa label agama.

“Alasan keempat, karena partai nasionalis semakin mengakomodasi kepentingan dan agenda kelompok Islam. 57,8% publik percaya hal itu,” tambah Adjie.

Thursday, September 20, 2012

LSI: Jokowi-Basuki 53,81 persen, Foke-Nara 46,19 persen

September 20, 2012 0


Perhitungan cepat atau quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memenangkan pasangan calon gubernur DKI Jakarta, besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Jokowi-Basuki mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. "Pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan suara 53,81 persen, lebih unggul dari pasangan Foke-Nara yang hanya mendapat 46,19 persen suara. Sampel diambil dari 400 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Jakarta dengan tercatat ada 15.059 pemilih," kata Direktur Komunikasi LSI, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Kamis, (20/9/2012).

Sementara itu, toleransi kesalahan atau margin of error pada quick count ini 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Angka yang diperoleh Jokowi-Basuki itu sudah melewati batas aman atau 51 persen.

"Angka 53 persen yang diperoleh Jokowi ini angka aman walaupun tidak besar perbedaannya tapi sudah lewat dari angka 51 persen yang merupakan batas aman," kata Burhanuddin.

Selanjutnya, dikatakan oleh Burhanuddin, pemanfaatan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) tidak berpengaruh secara signifikan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI putaran kedua.

Namun perolehan suara kandidat dari hasil quick count ini bisa bergeser ke bawah atau ke atas sebesar 2 persen.

Adapun berikut sebaran sampel TPS perhitungan cepat di tiap wilayah Jakarta. Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan 2.630 populasi, sampel TPS sebanyak 70.

Jakarta Pusat dengan dengan 1.713 populasi, 45 sampel TPS. Jakarta Barat dengan 3.331 populasi, 88 sampel TPS. Jakarta Selatan 3.223 populasi, 86 sampel TPS. Dan di wilayah Jakarta Timur dengan 4.162 populasi, 111 sampel TPS.

Sementara itu, hasil penghitungan cepat untuk pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Basuki di setiap wilayah Jakarta yaitu, di Jakarta Barat sebanyak 46,04 persen - 53,96 persen, Jakarta Pusat 48,23 persen - 51,77 persen, Jakarta Selatan 46,77 persen - 53,23 persen, Jakarta Timur 46,72 persen - 53,28 persen, dan Jakarta Utara 43,36 persen - 56,64 persen.

Menurut Burhanuddin, dari hasil penghitungan cepat ini tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta adalah sekitar 67,35 persen.

Sunday, September 9, 2012

Lebih dari 70 Persen Masyarakat Tidak Dekat dengan Parpol

September 09, 2012 0

Lembaga survei Charta Politica hari ini merilis hasil survei dengan tema 'Stagnasi Perilaku Pemilih, dan Fenomena Partai Politik Mati Suri. Secara umum, tidak terlalu banyak terjadi perubahan terkait elektabilitas partai politik yang ada di Indonesia.

Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempati posisi teratas dengan perolehan masing-masing Golkar 18 persen, Demokrat 12,5 persen, dan PDIP 10,8 persen.

Yang cukup mengejutkan ialah terjadinya perubahan besar pada komposisi kekuatan partai di lapis tengah, dimana Partai Gerindra memperoleh 4,7 persen, serta Partai Nasional Demokrat (NasDem) mendapatkan 4,3 persen.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 3,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,7 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2,6 persen, Partai Amanat Naional (PAN) 1,9 persen, dan Partai Hanura 1,6 persen. Sisanya 34,4 persen mengaku belum menentukan pilihan.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Direktur Riset Charta Politica Yunarto Wijaya menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi bukti menguatnya stagnasi para pemilih. Misalnya tidak adanya perubahan pada posisi tiga teratas yang masih dihuni oleh partai-partai besar.

"Tidak munculnya captive market dan jaringan baru pemilih, undecided voters masih menjadi pemenang, 34 persen responden masih belum menentukan pilihan menjelang pemilu," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/08/2012).

Selain itu, Yunarto juga menggaris bawahi poin yang mengatakan bahwa hanya sekitar 14 persen masyarakat yang mengaku dekat dengan partai politik yang didukungnya. Sedangkan 76 persen mengaku tidak memiliki hubungan dekat dengan parpol, dan 10 persen tidak memberikan jawaban.

"Tingkat kedekatan masyarakat dengan partai politik, atau istilahnya party id, hanya 14 persen responden yang mengaku dekat dengan partai politik," ungkapnya.

Survei ini dilakukan pada tanggal 8-22 Juli 2012 dengan melakukan wawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Quality control dilakukan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sebesar 30 persen dari total sampel.

Sampel tersebut dipilih secara acak (probability sampling) menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Unit sampling primer survei (PSU) ini adalah desa/kelurahan dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang pada setiap PSU yang berjumlah 200 desa/kelurahan yang tersebar secara proporsional.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebesar 2.000 responden, dengan margin of error sebesar 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Thursday, July 12, 2012

Golput Disinyalir Berada Pada Masyarakat Menengah Atas

July 12, 2012 4

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menjelaskan potensi golput atau masyarakat yang tak menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum, khususnya dalam Pilkada DKI Jakarta berada pada kalangan masyarakat menengah ke atas.
Hal ini menurut Burhanuddin, didasari pada tingkat pendidikan masyarakat menengah atas yang cukup relatif baik dan mengerti akar permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan. Sedangkan kalangan menengah ke bawah lebih berpotensi dimobilisir kelompok tertentu untuk memilih calon pemimpin.
"Nah kalo selama ini yang terlihat golput itu justru menegah ke atas," kata Burhanudin kepada liputan6.com saat ditemui dalam persiapan Quick Count yang akan dilakukannya bersama SCTV dan Indosiar di kantor LSI, Selasa (10/7).
Lebih lanjut Buhanuddin menjelaskan, dengan pendidikan menagah atas yang mendapatkann pendidikan lebih tinggi serta memiliki hasil evaluasi politiknya lebih baik, maka dirinya berharap masyarakat menengah keatas dapat menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta. "Jadi saya harapkan itu justru masyarakat menengah ke atas datang untuk menggunakan hak pilihnya," harapnya.
Lebih jauh Burhanuddin menjelaskan, agar kualitas Pilkada lebih baik maka ada dua syarat untuk menggapai hal tersebut yaitu yang pertama adalah peningkatan kuantitas partisipasi, yang artinya dari sisi partisipasi meningkat dari pilkada 2007.
"Dan kedua kualitas partisipasi juga harus lebih baik. Jadi pilihan terhadap gubernur yang akan dipilih besok itu didasarakn pada alasan positif dan bukan didasari oleh alasan-alasan money politik," imbuh Burhanuddin.(AIS)

Sunday, July 1, 2012

10 Hari Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2012 : Jokowi-Ahok Terpopuler di MCN Blog

July 01, 2012 5
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 menyisakan sepuluh hari lagi. Pesta demokrasi bagi rakyat Kota Jakarta tersebut sedianya akan dilaksanakan pada hari Rabu 11 Juli 2012 nanti.
Para kandidat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur sendiri saat ini sedang gencar-gencarnya berburu pemilih, yaitu dengan cara berkampanye, masa atau waktu kampanye sendiri juga hampir mencapai akhir dari batas waktu yang telah ditentukan yakni hingga tanggal 7 Juli 2012.
Sementara itu para masyarakat Kota Jakarta sudah tidak sabar lagi untuk memilih calon pemimpinnya untuk lima tahun kedepan, ada masyarakat yang sudah menentukan bakal calon mana yang akan dipilih nantinya, dan ada juga masyarakat yang hingga kini masih dilanda kebingungan dalam menentukan pilihannya, hal tersebut merupakan hal yang lumrah karena melihat kapasitas dan kapabilitas dari setiap kandidat memang tidak perlu diragukan lagi.
Melihat hebohnya Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2012 ini, akhirnya hal tersebut membuat MCN Blog ikut serta dalam melakukan kampanye politik sosialisasi politik dalam rangka menyukseskan Pilkada Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, yaitu dengan cara memposting profil keenam kandidat orang nomor satu dan dua di DKI Jakarta nantinya. 
Tepatnya pada tanggal 1 Mei 2012 yang lalu MCN Blog telah memuat profil dari seluruh Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Dan hal yang telah dilakukan oleh MCN Blog tersebut ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kota Jakarta khususnya. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya pengunjung dalam 2 bulan terakhir yang mengunjungi blog ini kebanyakan mengakses halaman profil dari para calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur.
Antusiasme pengunjung tersebut bisa jadi karena adanya rasa ingin tahu yang tinggi dari masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan para calon Pemimpin Jakarta. Dan berikut adalah hasil jumlah impresi dari para kandidat (berurutan dari yang paling banyak dilihat) :
  1. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama : 1069 tanyangan (18,34%)
  2. Faisal Basri dan Biem Benyamin  : 1051  tanyangan (18,03%)
  3. Alex Nurdin dan Nono Sampono : 1005  tanyangan (17,24%)
  4. Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini : 999  tanyangan (17,14%)
  5. Hendardji Supandji dan Achmad Riza Patria : 863  tanyangan (14,80%)
  6. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli : 843  tanyangan (14,46%)
Penulis tidak bermaksud untuk mengkampanyekan atau mempopulerkan kandidat tertentu. Ini hanya sebagai salah satu cara penulis untuk memberikan warna tersendiri dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Semoga bermanfaat... :)

Monday, June 18, 2012

5 Capres 2014 Terpopuler Menurut Survei LSI

June 18, 2012 0

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei nasional terkait tingkat keterpilihan calon presiden (capres) dan partai politik. Ada lima tokoh yang paling banyak mendapat dukungan responden. Survei pada 2-11 Juni 2012, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden, dilakukan dengan metode wawancara. Hasil survei menunjukkan Megawati Soekarnoputri berada di posisi pertama dengan 18,3 persen dukungan responden, disusul Prabowo Subianto (18 persen). Posisi ketiga ditempati Aburizal Bakrie (17,5 persen), kemudian Hatta Rajasa (6,8 persen) dan Ani Yudhoyono di posisi paling buncit dengan dukungan 6,5 persen responden.
Namun bila dikerucutkan capres di luar 3 partai besar yakni Golkar, PDIP dan Demokrat, maka Prabowo menempati posisi teratas dengan 23,9 persen. Wiranto (12,9 persen), Hatta Rajasa berada di posisi ketiga dengan 8,1 persen. Berturut-turut kemudian Surya Paloh (5 persen), Mahfud MD (4,5 persen), Dahlan Iskan (4,4 persen) dan Sri Mulyani yang hanya mendapat dukungan 2,1 persen responden. "Prabowo memimpin poros tengah di luar tiga partai," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (17/6/2012).
Terkait dengan elektabilitas partai, Demokrat terus melorot posisisnya ke urutan ketiga dengan 11,3 persen. Sementara Golkar berhasil menjadi jawara dengan 20,9 persen dukungan responden disusul PDIP dengan 14 persen. "Gerindra, PKS, NasDem, PKB, PAN, PPP, Hanura tidak ada yang mendapat dukungan di atas 5 persen," sebut Adjie. (news.detik.com)

Wednesday, April 25, 2012

Empat Tempat Makan Favorit Mahasiswa Jogja Versi MCN Blog

April 25, 2012 6

Yogyakarta dijuluki dengan nama Kota Pelajar, karena Jogja telah menjadi rujukan bagi mahasiswa seluruh daerah yang ada di Indonesia untuk menimba ilmu di Kota Gudeg tersebut, manusia-manusia dari Sabang sampe Merauke semuanya berkumpul di daerah yang terletak di tengah-tengah Pulau Jawa itu.
Biaya hidup yang relatif murah menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Jogja dengan provinsi lainnya yang ada di Pulau Jawa. Banyaknya mahasiswa di Jogja menjadi keuntungan tersendiri bagi penyedia layanan kuliner, harga bervariasi dari seribuan hingga enamribuan. Dan berikut beberapa tempat yang menjadi tempat favorit bagi mahasiswa Jogja untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Cekidot!!!
Padang
Siapa sih yang gak kenal dengan masakan Padang??? Masakan Padang adalah kuliner daerah pertama yang mampu me-nasional di Indonesia. Sudah sejak puluhan tahun yang lampau, rumah-rumah makan Padang dapat dijumpai di semua kota besar di seluruh penjuru Nusantara, termasuk di kota pelajar Yogyakarta.
Masakan Padang merupakan representasi dari masakan Minangkabau (Sumatra Barat). Karakter utama masakan Padang adalah pedas, gurih, dan bersantan. Rendang menjadi menu andalan di warung makan Padang, ada juga Ayam dengan berbagai macam variasi olahan, Telur, Ikan, Perkedel, dkk.
Di jogja Rumah Makan Padang sudah sangat menjamur, jadi bisa kita temukan dimana saja diseluruh sudut kota dan kabupaten yang ada di Yogyakarta, mulai dari kelas kaki 5 hingga bintang 5, harga bervariasi mulai dari empat ribu hingga delapan ribu rupiah. Saking populernya masakan Padang, di Jogja banyak juga akhirnya bermunculan masakan Padang KW yang penjualnya bukan orang Padang asli tapi orang Jawa sendiri, dengan tanpa menghilangkan aksen Jawa yaitu Rames (sayur), mereka menggabungkan dua konsep sekaligus yaitu masakan Padang dan Jawa, warung makan tersebut dikenal dengan nama Padang Van Java.
Burjo 
Sebenarnya saya agak bingung dengan penamaan tempat makan yang satu ini, entah bagaimana sejarahnya hingga tempat makan tersebut akrab dipanggil dengan sebutan Burjo, padahal Burjo adalah warung makan yang tidak sekedar hanya menjual bubur kacang ijo, namun juga menyediakan nasi dan juga mie, ditambah lagi tidak semuanya warung Burjo menyediakan bubur kacang ijo, hal tersebut terjadi karena bubur kacang ijo tidak menjadi menu favorit disini atau kurang laku, malah menu lain yang menjadi primadona ditempat tersebut seperti nasi telur, nasi ayam, mie rebus, dan mie goreng, namun walaupun begitu orang-orang tetap saja menamakan warung yang didominasi oleh brand Indomie tersebut dikenal dengan nama Burjo.
Ekspansi ekonomi Sunda di tanah Jawa terlihat dengan menjamurnya Burjo di Jogja. Hampir di setiap perempatan jalan terdapat warung Burjo yang diasuh 0leh Aa-Aa yang masih muda-muda dan khanteng-khanteng…:p Bisa dikatakan Burjo adalah saingan terberat warung makan Padang yang ada di Jogja.
Sekalipun menu makanan yang disajikan biasa-biasa saja, tapi Burjo tidak pernah sepi dari pengunjung. Gorengan-gorengan yang senantiasa ter-update (hangat) bisa jadi merupakan nilai tambah dari warung makan yang satu ini. Kemudian warung makan yang juga dijadikan tempat nongkrong oleh kebanyakan mahasiswa ini umumnya buka 24 jam sehingga tempat ini sering jadi rujukan saat kelaparan di tengah malam.
Angkringan
Ini adalah salah satu tempat makan yang sangat unik dengan cirri khasnya yang sangat tinggi, dan tidak ada ditempat lain diluar DIY dan Jateng. Menurut bahasa yang dikemukakan oleh mbah Wikipedia yang serba tahu, pengertian angkringan adalah “angkring” yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti duduk santai.
Angkringan adalah sebuah warung makanan dan minuman yang berbentuk gerobak yang ditutup dengan terpal atau tenda plastik yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Warung angkringan yang berbentuk gerobak ini biasanya hanya memuat sekitar 6-8 orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari hingga tengah malam, ia hanya mengandalkan penerangan tradisional yaitu senthir, dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan. Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik dan lain-lain, minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu.
Efek ekonomi global sepertinya berefek juga ke pedagang-pedagang angkringan, hal tersebut terlihat dengan melambungnya harga nasi kucing yang biasanya bisa dijangkau hanya dengan merogoh kocek sebesar seribu rupiah menjadi seribu lima ratus hingga dua ribu rupiah, walaupun demikian tidak jarang masih ada juga angkringan yang masih bertahan dengan Rp. 1000 untuk sebungkus nasi kucing.
Ketika penyakit kangker (kantong kering) menyerang kaum mahasiswa diakhir bulan, angkringan merupakan pilihan yang tepat, cukup mengeluarkan tiga lembar kertas bergambarkan Kapitan Pattimura dijamin anda pasti akan kenyang.
Pecel Lele
Ketika bergulirnya waktu malam pinggir jalan yang paginya amat sepi menjadi ramai dengan kehadiran tempat makan yang satu ini, tidak perlu bersusah payah untuk menemukannya, mulai dari pinngiran jalan raya yang ada dikota, hingga pinggiran jalan yang ada dikelurahan dipastikan anda akan menemukannya.
Diwaktu pagi dan siang warung Padang boleh saja tersenyum lebar karena dibanjiri oleh pelanggan yang ingin mengganjal perut, namun diwaktu malam warung padang harus merelakan pelangganya diambil oleh Pecel Lele, jadi tidak heran jika kita lihat warung Padang sudah tutup sekitar jam 7 atau 8.
Sama halnya Angkringan, makanan yang berasal dari Pekalongan ini juga beroperasi di sore hari hingga malam hari. Pecel Lele juga dibatasi oleh luasnya area, dengan bermodalkan spanduk yang dihiasi oleh nama warung, kemudian satu meja panjang dan beberapa buah kursi tempat ini mampu memuat pelanggan sekitar 10-12 orang saja.
Sesuai dengan namanya yaitu Pecel Lele, yang menjadi menu andalannya disini adalah Lele baik digoreng maupun dibakar, lalu dengan ditemani oleh sambel, lalapan, dan sepiring nasi putih Pecel Lele siap disantap. Selain Lele ada juga menu lainnya yaitu ayam, telur, tahu, tempe, terong, dan ati ampela. Yang membedakan antar warung Pecel Lele yang satu dengan yang lainnya adalah rasa Sambelnya. Cukup mengeluarkan biaya enam ribu rupiah Pecel Lele bisa dibawa pulang.

Empat tempat yang saya sebut diatas merupakan tempat yang memang sangat tidak asing lagi bagi mahasiswa, karena memang di empat tempat diataslah mahasiswa sering menjajakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain keempat tempat makan diatas masih banyak lagi tempat-tempat makan yang menjadi favorit mahasiswa di Jogja, melihat khazanah kebudayaan kita yang beragam, tentu saja dalam kuliner kita memiliki berbagai macam khazanah yang beragam, dan juga mengingat keterbatasan saya yang tidak mungkin saya sebutkan semua, mungkin di lain waktu akan coba saya buat artikel tersendiri. thx... :)

Monday, April 9, 2012

Hasil Quick Count, Zaini Abdullah-Muzakir Manaf Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2012-2017

April 09, 2012 0
Beberapa waktu yang lalu Citra Publik Indonesia - Lingkaran Survei Indonesia Group (CPI-LSI) mengumumumkan hasil perhitungan cepat (quick count) yang menyatakan bahwa pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf keluar sebagai pemenang dalam Pilkada Aceh 2012.
Quick count sendiri adalah metode perhitungan suara pemilihan umum secara cepat dengan cara mengambil beberapa sampel suara yang ada dibeberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara). Hasil dari quick count diyakini keakuratannya sebesar 98%, jadi hanya ada terjadi human error sebesar 2 %.
Pasangan ZIKIR (Zaini-Muzakir) unggul telak terhadap lawan-lawannya yaitu sebesar 54,15 % raihan suara, pesaing terdekat dari pasangan tersebut adalah pasangan incumbent yakni Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan sebesar 30,05 %. Sementara itu ketiga pasangan lainnya meraih suara kurang dari 10%. Berikut hasil lengkap dari quick count bedasarkan suara terbanyak yang dirilis oleh Citra Publik Indonesia - Lingkaran Survei Indonesia Group (CPI-LSI) :

  1. dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf  54.15%
  2. drh. Irwandi Yusuf dan DR. Ir. Muhyan Yunan, Hsc. PH. D 30.05%
  3. Muhammad Nazar, S. Ag dan Ir. Nova Iriansyah  7.82%
  4. Prof. DR. H. M. Darni Daud, MA dan DR. Ahmad Fauzi, M. Ag  4.12%
  5. Tgk. Ahmad Tajuddin dan Ir. Suriansyah  3.86%
Mengingat keakuratan hasil penghitungan suara pemilu dengan quick count yakni sebesar 98%, maka impian dari pasangan yang diusung oleh Partai Aceh yang memiliki basis kader terbesar di Aceh tesebut untuk menjadi orang No.1 dan 2 di Aceh akan segera tercapai.
Selamat bagi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, semoga mampu memimpin Aceh dengan baik. Aamin... 

Hari ini Pilkada Aceh, Zaini Abdullah-Muzakir Manaf Terpopuler di MCN Blog

April 09, 2012 0
Alhamdulillah pesta demokrasi rakyat Aceh sedang diselenggarakan pada hari ini tanggal 9 April 2012. Pada hari ini selain akan memilih gubernur dan wakil gubernur, masyarakat Aceh juga akan memilih bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota dari 23 kabupaten/kota yang ada di provinsi Aceh.
Pilkada Aceh 2012 yang bertemakan "Pilkada Damai" ini telah menjadi sorotan mata publik Indonesia bahkan dunia, jadi besar harapan bagi seluruh masyarakat agar Pilkada Aceh 2012 benar-benar terlaksanakan dengan damai. Siapapun pemenangnya nanti diharapkan menjadi sosok yang mampu membawa Aceh ke arah perubahan yang lebih baik, dan bagi yang kalah harap berbesar hati menerima kekalahannya, dan tetap mendukung gubernur Aceh yang terpilih untuk bersama-sama membangun Aceh.

Postingan ini bukan bermaksud ingin mencoba untuk meramalkan hasil Pilkada nanti, atau bahkan ikut mengkampanyekan salah satu pasangan calon gubernur, tidak. Admin cuma iseng-iseng ingin menampilkan fakta unik yang terjadi di blog ini terkait dengan Pilkada Aceh tahun 2012.Ya, pada tanggal 1 April 2012 yang lalu Admin telah mempublikasikan profil dan visi-misi kandidat gubernur Aceh 2012.
Dan ternyata dari kelima kandidat tersebut, pasangan nomor urut lima yaitu Zaini Abdullah-Muzakir Manaf menjadi profil yang paling banyak dicari oleh masyarakat atau bisa dikatakan paling populer dan masuk dalam Top 5 minggu ini di MCN Blog. Top 5 adalah lima postingan terpopuler dalam satu minggu dari semua postingan yang ada di blog ini, peringkat ditentukan bedasarkan jumlah impresi atau klik yang dilakukan oleh pembaca MCN Blog selama satu minggu. Menarik kita lihat, dalam Top 5 terlihat dari lima pasang kandidat cuma satu kandidat yang tidak sanggup menembus Top 5 yakni pasangan Darni M Daud-Ahmad Fauzi, sementara empat pasangan lainnya mampu masuk ke jajaran Top 5.
Diposisi puncak terdapat pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, kemudian disusul pasangan Ahmad Tajuddin-Teuku Suriansyah yang menduduki posisi ketiga, dan terjadi persaingan ketat diposisi keempat dan kelima yaitu berurutan pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan pasangan Muhammad Nazar-Nova Iriansyah. Dan berikut jumlah impresi yang didapatkan oleh para calon gubernur dan wakil gubernur Aceh tahun 2012. 
  1. Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf (449 penayangan)
  2. Ahmad Tajuddin-Teuku Suriansyah (283 penayangan)
  3. Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan (192 penayangan)
  4. Muhammad Nazar-Nova Iriansyah (178 penayangan)
  5. Darni M Daud-Ahmad Fauzi (125 penayangan)
Hasil diatas adalah jumlah impresi dari tanggal 1 April 2012 09.00 - 9 April 2012 09.00, hasil diatas bisa berubah dari waktu ke waktu mengingat banyaknya msayarakat yang mencari informasi di internet.